Menyikapi Cluster yang diterapkan oleh pihak provider
Develop software pulsa harus siap mengikuti perkembangan dan perubahan system yang diterapkan oleh berbagai pihak provider, dalam hal ini yang akan menerapkan cluster adalah XL, Telkomsel dan tidak menutup kemungkinan provider lain juga akan mengubah sistemnya dalam pendistribusian pulsa akan mengikuti pola tersebut, oleh karena itu, sebagai pengembang software pulsa harus siap menghadapai perubahan ini.
Kami salah satu develop software yang sudah bayak penggunanya akan memberikan fitur baru guna penggunaan cluster dapat di terapkan dan tidak menyalahi aturan, sehingga sistem semua dapat berjalan lancar sesuai dengan mestinya, bagaimana kami menyikapi hal ini?, tentu semua dan segala sesuatunya akan kami hadirkan untuk anda semua sehingga software server pulsa yang handal dan peduli terhadap usernya adalah kami layani dengan sepenuh hati.
OK, baiklah apa dan bagai mana cara kami mengatasi cluster agar semua bisa berjalan dengan lancar. Bagi anda yang sudah banyak transakasi di daerah-daerah tertentu akan di letakkan software server mini untuk dijadikan mesin server isi pulsa yang mana database dan controlnya dapat dipantau dari server induk (pusat), secara teknis hal ini harus menyiapkan 1 unit komputer dan dipasang beberapa alat interface beserta internet yang IP (Internet Protokol) secara tetap/dinamis untuk dijadikan kirim data ke server pusat, clustering yang di terapkan dapat dipasang diserver mini di beberapa daerah lalu data terkoneksi kepusat yang pengontrolannya dapat dilakkan dari pusat oleh owner server pulsa, maka dengan konsep ini server pulsa anda semakin handal dan semakin canggih dalam bertransaksi, ini lah yang disebut software server pulsa terbaik.
Cluster, atau allocation unit (unit alokasi) dalam beberapa sistem berkas (file system) dan pengorganisasian disk, seperti File Allocation Table dalam sistem operasi MS-DOS dan NTFS dalam Windows NT merujuk kepada kumpulan sektor media penyimpanan yang digunakan oleh sistem operasi sebagai sebuah kesatuan, yang dapat digunakan untuk menyimpan informasi di dalam berkas atau direktori. Cluster dimaksudkan untuk mengurangi keborosan dalam melakukan manajemen terhadap struktur data di dalam hard disk, sehingga sistem berkas tidak akan mengalokasikan sektor disk fisik, tetapi sekumpulan sektor yang saling bedekatan.
Ukuran cluster bervariasi, tergantung format sistem berkas yang digunakan dan juga kapasitas media penyimpanan (atau kapasitas partisi). Umumnya, sebuah cluster terdiri dari 1 sektor hingga 128 sektor. Untuk sebuah cakram yang menggunakan sektor dengan ukuran 512 bytes, sebuah cluster berukuran 512 byte akan memakan satu buah sektor, sementara cluster 4 kilobyte akan memakan 8 sektor.
Semakin besar ukuran cluster, maka semakin cepat proses transfer data yang dapat dilakukan, dan berlaku sebaliknya, karena memang sistem operasi menganggap sektor sebanyak itu sebagai satu kesatuan (daripada menggunakan sektor-sektor yang kecil). Meskipun demikian, semakin besar ukuran cluster dapat menyebabkan fragmentasi internal dan banyaknya ruangan yang terbuang (khususnya jika digunakan untuk menyimpan berkas-berkas yang kecil dalam jumlah yang besar), jika dibandingkan dengan ukuran cluster yang kecil; ruangan yang terbuang tersebut dinamakan juga dengan slack space. Semakin kecil ukuran cluster, maka semakin efisien penggunaan ruangan media penyimpanan, persentase fragmentasi yang lebih rendah, meski mengakibatkan dengan kinerja yang kurang begitu bagus.
Beberapa desain sistem berkas dengan ukuran cluster yang kecil (seperti halnya NTFS dari keluarga sistem operasi Windows NT) menggunakan memori cache tambahan yang dapat meningkatkan kinerja sistem berkas tersebut, dengan tetap mempertahankan ukuran cluster yang relatif kecil. Sistem berkas NTFS, dengan hanya menggunakan ukuran cluster 4 KB (8 sektor), dapat mengalamati hingga 16 Terabyte; bandingkan dengan FAT32, yang menggunakan ukuran cluster 32 KB (64 sektor), hanya dapat mengalamati hingga 2 Terabyte saja.
Penentuan ukuran cluster dapat dilakukan saat pemformatan dilakukan, meski hal ini kurang disarankan (sistem operasi akan menentukan ukuran cluster secara otomatis berdasarkan kapasitas media penyimpanan). Dalam keluarga sistem operasi Windows NT, utilitas command-line format atau snap-in MMC Disk Management (pada Windows 2000 ke atas) dapat melakukannya. Penggunaan utilitas format untuk menentukan ukuran cluster dapat dilakukan dengan sintaksis seperti di bawah ini: